| » Jadwal MotoGP Jerez, Spanyol 2026 « |
|
24 April 2026
GARASI - MOBIL
Tesla Model 3 Versi Murah Siap Masuk Produksi Di Giga Shanghai
![]() Harga adalah salah satu faktor yang membuat Tesla kurang bisa bersaing dengan kompetitor utamanya di pasar mobil listrik China. Namun Tesla tampaknya sedang bersiap untuk melakukan penetrasi yang lebih dalam ke segmen pasar massal dengan menghadirkan varian terbaru Model 3 yang jauh lebih terjangkau. Kabar ini semakin kuat setelah lini produksi di Gigafactory Shanghai dilaporkan telah selesai dipersiapkan untuk merakit versi standar yang lebih efisien secara biaya. Langkah ini mengikuti jejak peluncuran serupa di Amerika Utara, di mana Tesla berupaya memangkas harga jual secara signifikan dengan melakukan penyesuaian pada sejumlah fitur kemewahan demi menjangkau konsumen yang lebih luas. Melansir ChinaEVHome, beberapa waktu yang lalu, untuk mencapai titik harga yang lebih kompetitif ini (di bawah 200.000 yuan atau sekitar Rp490 jutaan) Tesla bakal memangkas sekitar 20 fitur atau disederhanakan. Transformasi ini terlihat jelas pada interior, di mana kursi kulit yang ikonis digantikan oleh material kain berkualitas, serta penghilangan fitur ventilasi kursi dan lampu ambient. Selain itu, layar hiburan untuk penumpang belakang serta sistem audio premium ditiadakan, sementara beberapa pengaturan kursi elektrik diubah menjadi kontrol manual demi menekan biaya produksi. Aspek teknis dan kenyamanan pun tak luput dari penyesuaian untuk mendukung efisiensi ini. Pada bagian kaca, Tesla beralih dari penggunaan double-layer glass ke kaca satu lapis, yang tentu memberikan dampak pada tingkat isolasi suara di dalam kabin. Dari sisi performa, Model 3 varian standar ini dibekali paket baterai berkapasitas 52,9 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 480 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Meski sedikit di bawah varian Long Range, kemampuan akselerasinya masih cukup mumpuni dengan catatan 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 6,2 detik. Kehadiran Model 3 versi hemat ini bukan sekadar rumor belaka, mengingat data kendaraan tersebut sudah masuk dalam daftar katalog kementerian terkait di Tiongkok pada akhir 2025 lalu. Menariknya, produk besutan Shanghai ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasar domestik Tiongkok, tetapi juga sudah mulai menyapa konsumen di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina, serta Korea Selatan. Dengan volume produksi Gigafactory Shanghai yang terus menunjukkan angka pertumbuhan yang kuat secara tahunan, kehadiran varian ini menjadi senjata utama Tesla untuk menghadapi persaingan ketat di industri kendaraan listrik global. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
