PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
31 Maret 2026
HEADLINE - MOBIL
Panasnya Pasar China Bikin BMW Pangkas Harga 31 Model Mobilnya


Perang harga di industri otomotif China kian panas dan kini tak hanya dimainkan pabrikan lokal. BMW, misalnya, pekan lalu mengumumkan pemangkasan harga besar-besaran untuk 31 model yang dipasarkan di China, sebagai langkah agresif menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif terbesar dunia.

Pemotongan harga paling besar terjadi pada BMW i7 M70L, varian performa tinggi dari keluarga Seri 7 bertenaga listrik. Mulai pekan lalu, harga sedan tersebut dipangkas hingga menjadi 301.000 yuan atau sekitar Rp736 jutaan.

Dilansir dari Carscoops, beberapa waktu yang lalu, meski i7 menjadi model dengan penurunan paling besar secara nominal, pemangkasan persentase tertajam justru dialami iX1 eDrive25L. BMW memangkas harga varian jarak sumbu roda panjang dari SUV kompak tersebut hingga 24 persen.


Alhasill, membuat harganya menjadi 228.000 yuan atau Rp550 jutaan saja. BMW menyebut penyesuaian ini sebagai bagian dari manajemen harga reguler dan menegaskan bahwa harga transaksi akhir tetap bergantung pada negosiasi antara dealer resmi BMW dengan pelanggan.

Namun, momentum penerapan diskon tersebut mengisyaratkan alasan yang lebih besar ketimbang sekadar penyesuaian rutin. November menjadi bulan kedua berturut-turut penjualan mobil di China mengalami penurunan, berdasarkan data dari Asosiasi Mobil Penumpang China.

Tren ini mendorong sejumlah produsen otomotif ikut menyesuaikan strategi harga. Di sisi lain, menurut laporan Bloomberg, otoritas setempat juga mulai menerapkan langkah-langkah untuk meredam perang harga yang berlebihan.

Di antaranya lewat larangan penjualan kendaraan di bawah biaya produksi, serta membatasi insentif dealer yang mendorong harga jatuh melewati ambang tertentu. Penurunan harga terbaru BMW disebut-sebut juga bertujuan menyesuaikan harga resmi dengan realita di lapangan.

Direktur Pelaksana Automotive Foresight Yale Zhang, , menilai harga baru ini sebenarnya lebih dekat ke pola transaksi yang sudah berlangsung selama ini. “Harga baru ini tidak lebih rendah dari harga jual dealer pada umumnya,” ujar Zhang.

Diskon lebih besar pun diperkirakan masih akan menyusul. Menjelang Tahun Baru Imlek pada Februari, banyak produsen diprediksi bakal meluncurkan program insentif tambahan untuk mengejar penjualan pada kuartal pertama.

Hingga awal 2026, setidaknya 14 merek mobil telah menjalankan program diskon atau insentif di China. Zhang menilai tren ini bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan refleksi dari tekanan struktural di pasar. “Berbagai jenis aktivitas promosi mungkin pasang surut dari waktu ke waktu, tetapi aktivitas tersebut akan tetap ada,” kata Zhang.

Sementara itu, otoritas China disebut mengambil sikap lebih waspada saat banyak produsen memilih memangkas harga, regulator khawatir efek berantai yang muncul bisa semakin luas. Mulai dari potensi deflasi, gangguan rantai pasokan otomotif, hingga tekanan terhadap upah tenaga kerja akibat persaingan harga yang berkepanjangan.

Sumber : voi.id
viewed :: 1111
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net