| » Jadwal WorldSBK Belanda 2026 « |
|
01 Maret 2026
GARASI - MOBIL
Daihatsu E-Hijet Cargo Dan E-Atrai: Mobil Listrik Niaga 257 Km
![]() Daihatsu Motor Co., Ltd. resmi memperkenalkan dua mobil listrik niaga pertama, berbasis Hijet Cargo dan Atrai di Jepang. Kedua model ini, menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi jenama Negeri Matahari Terbit ini di segmen kendaraan komersial ringan berbasis baterai. Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai ini mengusung sistem terbaru bernama e-SMART ELECTRIC, yang dirancang khusus untuk kendaraan mini. Disitat dari laman resmi, Daihatsu menyebut sistem tersebut memungkinkan penataan ulang komponen agar baterai berkapasitas besar bisa dipasang tanpa mengorbankan ruang interior. Hasilnya, e-Hijet Cargo dan e-Atrai mempertahankan fungsi komersial yang tangguh, sekaligus menawarkan jangkauan lebih jauh dibanding model sejenis di kelasnya. Menurut data resmi yang dirilis pabrikan, kedua model BEV ini punya jangkauan tertinggi di kelasnya, dengan kisaran hingga 257 km dalam uji WLTC. Selain itu, Daihatsu juga menambahkan fungsi pasokan daya eksternal (AC 100V) yang bisa digunakan untuk berbagai peralatan kerja di lokasi, serta port pengisian cepat yang kompatibel V2H (Vehicle to Home), teknologi yang memungkinkan mobil menyuplai listrik ke rumah. Pada sisi produksi, model Daihatsu e-Hijet dan Daihatsu e-Atrai dirakit di fasilitas milik Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd.. Proses perakitannya berlangsung di pabrik Oita Plant No.1 yang menjadi salah satu basis produksi penting bagi lini kendaraan kompak Daihatsu. Kedua model listrik tersebut diproduksi dengan memanfaatkan jalur perakitan yang sama seperti model bermesin bensin. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi operasional sekaligus menjaga standar kualitas yang telah diterapkan pada lini kendaraan konvensional sebelumnya. Penggunaan lini produksi yang serupa menunjukkan bahwa Daihatsu mengintegrasikan model listrik ke dalam sistem manufaktur yang sudah ada. Dengan cara ini, perusahaan tidak perlu membangun fasilitas terpisah, sehingga proses transisi menuju elektrifikasi dapat berjalan lebih efektif dan terkendali. Di Oita Plant No.1, setiap unit e-Hijet dan e-Atrai melewati tahapan produksi yang terstandarisasi. Meskipun mengusung sistem penggerak listrik, keduanya tetap mengikuti prosedur kontrol kualitas yang sama dengan model berbahan bakar bensin yang telah lebih dulu dipasarkan. Strategi ini juga memperlihatkan fleksibilitas fasilitas produksi Daihatsu dalam menangani berbagai jenis powertrain. Baik kendaraan listrik maupun model bensin dapat dirakit dalam satu jalur, tanpa mengurangi efisiensi maupun konsistensi mutu produk yang dihasilkan. Dengan memusatkan produksi di pabrik Daihatsu Motor Kyushu Co., Ltd., perusahaan memastikan bahwa e-Hijet dan e-Atrai dibuat dalam lingkungan manufaktur yang sudah mapan. Integrasi tersebut menjadi bagian dari langkah Daihatsu dalam mengembangkan kendaraan listrik tanpa meninggalkan fondasi produksi yang telah terbukti. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
