| » Jadwal Formula 1 Miami 2026 « | » Jadwal WorldSBK Hungaria 2026 « |
|
19 Januari 2026
GARASI - MOBIL
GAC Ramaikan Pasar Mobil Listrik Jepang Dengan Aion UT Dan Aion V
![]() Produsen otomotif China, Guangzhou Automobile Group (GAC), bersiap memasuki pasar kendaraan listrik (EV) Jepang pada musim panas 2026. Langkah ini melanjutkan gelombang ekspansi global produsen EV China, setelah BYD dan Geely yang lebih dahulu masuk ke Negeri Sakura. Menurut laporan Nikkei, yang dikutip beberapa waktu yang lalu, GAC akan memasarkan EV merek Aion melalui jaringan dealer lokal. Untuk awal, ditargetkan 200 pesanan pada tahun pertama, sebelum meningkat menjadi 2.000 unit pada 2027. Penjualan Aion di Jepang akan dikelola M Mobility Japan yang berbasis di Nakano, Tokyo. Dua model akan menjadi ujung tombak peluncuran, yakni hatchback kompak Aion UT dan SUV Aion V. Aion UT dibanderol mulai 3,3 juta yen (setara Rp352 jutaan), sementara Aion V mulai 5 juta yen (Rp534 jutaan). Keduanya mendukung standar pengisian cepat CHAdeMO yang digunakan secara luas di Jepang. Pada tahap awal, penjualan difokuskan untuk pelanggan korporat yang membutuhkan armada kendaraan bisnis. GAC, yang berdiri pada 1997 dan memiliki usaha patungan dengan Toyota serta Honda di China, meluncurkan merek Aion pada 2018 sebagai lini yang sepenuhnya fokus pada mobil listrik. Perusahaan mencatat total penjualan 2 juta kendaraan pada 2024. Namun, tekanan persaingan di pasar domestik membuat penjualan GAC dari Januari–September 2025 turun 11 persen menjadi 1,18 juta unit. Penjualan Aion juga melemah 20 persen pada periode yang sama dengan total 180.000 unit. Untuk mengimbangi pasar dalam negeri yang kian padat, GAC agresif memperluas langkah ke luar negeri sejak 2023. Thailand menjadi pintu masuk pertama ke Asia Tenggara, disusul rencana ekspansi ke Inggris pada 2025, lalu Jepang sebagai target berikutnya. Perusahaan melihat pasar EV Jepang masih relatif kecil, tetapi menjanjikan untuk penggunaan korporat. Persaingan di Jepang pun semakin dinamis seiring masuknya produsen China lainnya seperti Zeekr milik Geely. BYD, yang hadir sejak 2023, mencatat 3.508 unit terjual selama Januari–November 2025, naik 64 persen dibanding tahun sebelumnya. BYD juga telah meluncurkan Racco, kendaraan listrik berukuran kecil dengan pintu geser yang disesuaikan dengan preferensi konsumen Jepang. Meski begitu, adopsi EV di Jepang masih tertinggal dari negara maju lainnya. Hingga November 2025, penjualan EV hanya mencapai 55.380 unit atau sekitar 1,5 persen dari total penjualan mobil baru. Produsen lokal kini mulai bergerak, dengan Toyota menghadirkan bZ4X versi revisi, Nissan menyiapkan generasi terbaru Leaf, dan Suzuki bersiap merilis EV pertamanya, e-Vitara. GAC akan memulai debut pada 2026 dengan Aion UT dan Aion V untuk konsumen korporat, sebelum memperluas pasar ke ritel pada 2027. Masuknya Aion diperkirakan bakal memperketat kompetisi, sekaligus menguji daya tarik merek-merek China di salah satu pasar otomotif paling konservatif di dunia. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
