Ketika berkendara pada kecepatan sedang atau tinggi di tikungan, seringkali mobil tak terkendali. Apalagi sewaktu pengemudi mencoba menghentikan lajunya dengan rem.
Hal seperti ini kerap dialami ketika melewati tikungan yang kering, basah, berkerikil dan berpasir maupun bertanah. Butuh teknik dasar yang benar melewati medan seperti itu.
Menurut Fitra Eri, pebalap yang juga instruktur Tim TOP 1 Safety Driving, pengereman terbagi menjadi tiga bagian, yaitu rem tangan, rem kaki dan engine brake.
Rem tangan mengandalkan kekuatan tangan untuk mengaktifkannya. Sedangkan rem kaki mengoptimalkan kekuatan kaki guna menghentikan laju mobil. Dan engine brake memanfaatkan kekuatan mesin.
Seperti diketahui, pengereman yang benar adalah ketika posisi mobil sedang melaju lurus dan bukan saat menikung. Namun dalam kondisi terpaksa harus mengerem di tikungan bisa saja. "Jangan sekali-kali menginjak pedal rem secara mendadak. Risikonya, mobil bergerak di luar kendali atau tergelincir," tegas Fitra.
1. Jalan Kering
Berbagai kondisi jalan membuat pengemudi harus jeli memahami teknik pengereman di tikungan yang benar. Pengereman di tikungan ketika melalui jalan kering misalnya, kondisi ban harus lebih menapak, sehingga kontrol mobil terkendali 90 persen.
Sisanya, hanya berupa decitan suara ban. Dengan kecepatan tinggi, maka posisikanlah mobil Anda secara lurus. Lalu, barulah melakukan manuver yang terkendali.
2. Jalan Basah
Sedangkan ketika melakukan pengereman di tikungan jalan basah, mobil dapat terkendali sebanyak 70 persen ketika melaju pada kecepatan tinggi. Namun kontrol kendali mobil masih bisa dirasakan.
Hanya dalam kondisi ini perlu keseimbangan antara tekanan pedal gas dan rem guna menghindari terjadinya selip pada kecepatan tinggi. Pada kecepatan rendah dan sedang, faktor jenis dan tapak ban lebih berpengaruh.
3. Jalan Berkerikil
Sewaktu melalui tikungan berbatu kerikil, kondisi mobil boleh dikatakan hampir tak terkendali atau kemungkinan tergelincir amat besar. Meski demikian, kondisi mobil masih dapat dikendalikan walau hanya sebatas 80 persen.
Penyebabnya karena batu kerikil tidak menyatu dengan aspal, sehingga permukaan ban berada di atas kerikil bukan aspal. "Sebaiknya hindari tikungan jalan berkerikil seperti ini, kecuali jika memakai ban khusus yang jarang dijual," tambah Fitra.
4. Jalan Berpasir
Sementara begitu melalui tikungan berpasir, mobil dapat dikendalikan walaupun lebih riskan dibandingkan tikungan jalan basah. Faktor pengendalian hanya sebesar 70 persen tergantung kecepatan dan jenis ban.
5. Jalan Bertanah
Pengereman pun sebaiknya dalam keadaan lurus sebelum melakukan manuver. Namun ketika melalui tikungan jalan yang ada tanahnya, pengendalian cuma terkontrol sebesar 60 persen, terutama pada jenis tanah yang masih diselimuti embun pagi. Tapi sebaiknya, hindari tikungan jalan seperti ini. ( OF )